Ribuan Gugatan Perceraian di Gunungkidul Kebanyakan karena Faktor Ekonomi

Gugatan Perceraian di Gunungkidul, Setiap tahunnya pengadilan Agama Wonosari menerima ribuan gugatan perceraian dari warga Gunungkidul. Tingginya angka perceraian tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang menjadi pemicu. Panitera Muda Hukum Pengadilan Wonosari, Muslih menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan angka perceraian sangat tinggi. Diantaranya ialah faktor ekonomi dan keharmonisan.

“Paling banyak yang diadukan yakni Faktor ekonomi. Itu yang jadi salah satu alasan masyarakat bercerai,” kata dia, Senin (21/3/2016).

Ia mengungkapkan perekonomian yang sulit dalam sebuah keluarga kemudian menimbulkan permasalahan serius yang akan berujung pada perceraian.

Selain itu, faktor ketidak harmonisan menjadi alasan kedua warga Gunungkidul memutuskan untuk bercerai. Pasangan suami istri yang setiap hari bertengkar menimbulkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga.

Untuk mengatasi tingginya angka perceraian, pihaknya berusaha keras menggencarkan sosialisasi ke sejumlah pasangan yang akan melanjutkan ke jenjang pernikahan. pemberian pemahaman seputar rumah tangga akan diberikan kepada pasangan baru tersebut, sehingga tingkat perceraian akan berkurang.

Dalam menekan tingginya angka perceraian dan mencari solusi dalam permasalahan tersebut, ia juga mengajak beberapa instansi untuk bekerjasama. Beberapa instansi pemerintahan seperti Kementerian Agama dan Disdukcapil akan bersama-sama dalam menurunkan angka cerai warga Gunungkidul.

Sementara itu, salah seorang Warga Gunungkidul, Anisa memutuskan untuk bercerai dikarenakan ketidak cocokan lagi dengan pasangannya yang umur pernikahannya baru selama lima tahun . Ia mengungkapkan pertengakaran antara ia dan suaminya akhirnya membawanya untuk melakukan gugat cerai.

” setiap hari tengkar terus, lebih baik bercerai saja,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *