Pengacara Nasabah Allianz Melapor Kepolisian

Jakarta – Pihak PT Asuransi Allianz Life Indonesia kembali dilaporkan nasabahnya. Kali ini, Allianz dilaporkan seorang penderita kanker karena klaim asuransi kesehatan atas biaya pengobatannya ditolak.

“Kami baru saja melaporkan penanggung jawab PT Asuransi Allianz Life Indonesia ke Bareskrim dan sudah diterima oleh pihak Bareskrim,” ujar pengacara nasabah Allianz itu, Herdyan Saksono, kepada detikcom, Jumat (29/9/2017).

Herdyan dari kantor pengacara mendapatkan kuasa dari korban Aksan Jaya Putra (38), ayah Fardhan Putra Aksan (5), sebagai pemegang polis asuransi Allianz Life Indonesia sejak 28 Desember 2015.

“Kemudian Fardhan ini sakit dan dirawat di rumah sakit Singapura sejak Juli 2016, karena didiagnosa menderita penyakit kanker neuroblastoma,” lanjut Herdyan.

Aksan kemudian mengajukan klaim asuransi biaya rawat inap putranya itu kepada pihak Allianz. Namun pihak Allianz menolak menanggung biaya pengobatan tersebut dengan alasan penyakit tertanggung bukan termasuk kanker.

“Allianz menolak dengan alasan bahwa kanker neuroblastoma digolongkan sebagai tumor dan tidak dapat dibayarkan sesuai dengan perjanjian dalam polis, padahal jelas kanker neuroblasroma adalah penyakit kanker,” terangnya.

Menurut Herdyan, Allianz telah mengabaikan tanggung jawab terhadap kliennya. Sedangkan total biaya perawatan kliennya selama dirawat di Singapura mencapai Rp 1 miliar.

“Jadi praktik Allianz ini dari 2016 sudah sangat luar biasa ngawur dan hari ini kita melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri,” tuturnya.

Laporan Aksan yang diwakili Andre Darmawan itu diterima Bareskrim dalam laporan bernomor LP/996/IX/2017/Bareskrim dengan tuduhan Pasal 62 UU Perlindungan Konsumen dan Pasal 75 UU Perasuransian. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *