Mengaku Pengacara / Advokat Dituntut Pidana

RadarOnline.id, JAKARTA – Julius Lobiua jadi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara karena mengaku Advokat, padahal belum ada bukti bahwa dirinya sudah pernah dilantik oleh Pengadilan Tinggi.

Atas perbuatan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marsiti, SH dari Kejaksaan Agung RI menjerat Julius Loboui dengan Pasal 378 KUHP. Dihadapan Ketua Majelis Hakim Maringan Sitompul, SH, MH, Melda Siagian, SH (JPU-Pengganti) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara dalam dakwaannya menyebutkan, terdakwa Yulius Lobiua pada Oktober 2010-Oktober 2013,menawarkan diri sebagai kuasa hukum Developer PT. Perkasa Abdi, Apartemen Paladia, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pada saat itu PT. Perkasa Abadi sebagai pengelola Apartement berencana menaikkan tariff apartmen, tapi pada saat itu PT. Perkasa Abadi belum punya legal hukum. Saat itulah Julius Lobiua menawarkan Jasa dan pada tangan 26 Agustus, 2010 mengajukan penawaran, menjadi Lowyer, dengan Kop Surat Julius Loubua, SH, MH & Rekan.

Terdakwa Julius melengkapi profilnya selaku ,Advokat dan konsultan Hukum yang sudah berpengalaman didalam persidangan maupun diluar persidangan; seperti sertifikat ke-ahlian Penyelesaian perselisihan Industrial, Ijazah Pasca Saraja Program S3 dari Universitas Jayabaya, dan lisensi dari organisasi advokat Indonesia.

Sehingga dengan profosal yang sangat meyakinkan itu, terdakwa sempat empat kali meperbaharui kontrak kerja dengan PT. Perkasa Abadi, mulai dari menerima jasa kontrak pertama; Rp.44 juta, ke dua Rp.46 juta, ke tiga Rp.66 juta dank e empat Rp.120 juta.

Memang, sepandai-pandainya tupai melompat pasti jatuhnya ke bumi. Itulah pepatah kata yang layak di katakana dalam peristiwa ini, dimana Yulius tersandung pada saat terjadi gugatan perdata di Pengadilan Megeri Jakarta Utara. Terdakwa Yulius selaku Kuasa dari Veronika (penggugat) melawan Hami Jajah (Ketua Komite KSO PT. Perkasa Abadi) mempertanyakan legal standingnya Yulius Liboiu sebagai kuasa penggugat. Terdakwa Yulius tidak dapat menunjukkan leglitasnya sebagai Advokat sehingga dia tidak diperkenankan duduk sebagai kuasa hukum Veronika.

Dari peristiwa itulah PT. Perkasa Abadi mengambil sikap, dan melaporkan terdakwa Yulius ke Bareskrim Polri. Perbuatan terdakwa diduga melanggar Pasal 31 UURI No. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat.

Atas perbuatan itulah terdakwa Yulius didakwa melanggar Pasal 378 KUHP.

Atas dakwaan itu, kuasa hukum terdakwa Yulius Lobiua yang terdiri dari 10 advokat itu mengajukan eksepsi. Karena menurut kuasa hukum terdakwa, bahwa dakwaan JPU tidak lengkap, cermat dan tidak mencerminkan keprofesionalan seorang penuntut umum.

Namun eksepsi itu telah dijawab oleh JPU pada persidangan Rabu (25/07), dengan mengatakan: bahwa dakwaan yang didakwakan terhadap terdakwa Yulius sudah lengkap dan cermat sesuai dengan KUHAP. Maka dengan demikian JPU memohon kepada Majelis Hakim agar pada Putusan selanya, menyatakan; eksepsi terdakwa ditolak dan persidangan dilanjutkan untuk memeriksa pokok perkara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *