Kasus Pengguna Narkoba Di Yogyakarta

 Kasus Pengguna Narkoba Di Yogyakarta, Kami senantiasa menangani kasus Narkoba khususnya sebagai pengguba, kami dari Kantor Hukum RAM and PARTNERS turut prihatin atas banyaknya atau maraknya kasus penyalahgunaan narkoba, untuk itu diharapkan bagi anda yang memili kasus narkoba untuk dapat melakukan konsultasi terkait dengan hak hukum anda, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wilayah peredaran narkoba yang sering dilakukan oleh pengedar dan terus terjadi peningkatan kasus dari tahun ke tahun. Untuk itu kepada orang tua harab berhati-hati untuk terus mengawasi anak-anaknya yang sedang melanjutkan pendidikan di Yogyakarta agar dapat terhindar dari pengedar atau penyalahgunaan narkoba.

Jikapun sudah terlanjur menjadi korban ada baiknya melakukan proses rehabilitasi di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), agar dapat diobati dan tidak dituntut secara pidana. Namun saat ini masih anda sedang mengalami atau keluarga anak, adik, atau saudara anda sedang menjalani proses hukum di kepolisian, kejaksaan atau di pengadilan kami siap membantu mendampinginya.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan pengguna narkoba di Yogyakarta menempati peringkat pertama di Indonesia. Kebanyakan para pengguna narkoba adalah pelajar dan mahasiswa. Sementara pengedar narkoba adalah residivis yang mendekam di LP. “Jumlah penduduk di DIY ada 3,6 juta. Sebanyak 2,6 persen di antaranya pengguna narkoba,” ungkap Kepala Bidang Pemberantasan Narkoba BNNP DIY AKBP Mujiyana ke wartawan, Kamis (6/7).

Menurutnya BNN meyakini ada banyak para pemain lama baik residivis, atau yang saat ini masih mendekam di LP ikut bermain dan mengendalikan peredaran narkoba di DIY. Mujiyana mengatakan Yogyakarta diketahui menempati peringkat pertama pengguna narkoba, setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Universitas Indonesia melakukan penelitian pada akhir 2016 lalu. Dengan jumlah penduduk sedikit dibandingkan provinsi lain, DIY menempati urutan pertama di atas Jakarta atau Surabaya.

“Pengguna narkoba didominasi pelajar dan mahasiswa, dengan sabu-sabu dan ganja paling banyak dikonsumsi,” katanya. Mujiyana menduga penyebab membeludaknya jumlah pengguna narkoba di Yogyakarta karena banyak mahasiswa/pelajarkurang mendapat perhatian orangtuanya. Sementara rata-rata mahasiswa yang belajar di Yogyakarta adalah masyarakat kalangan mampu.

“Ya kemungkinan karena kurang perhatian orangtua,” katanya. Dia mengatakan berbagai narkoba ini diedarkan lewat daerah pinggiran DIY. Setelah narkoba berhasil didatangkan dari Jakarta, barang tersebut disimpan di daerah luar DIY seperti Kebumen, Klaten, atau Wonosobo sebelum diedarkan di Yogya.

“Para pengedar lebih suka menyimpan narkoba di wilayah pinggiran seperti Klaten,” paparnya.
ementara model transaksi di wilayah ini lebih banyak mengedarkan dalam bentuk paket kecil atau paket hemat (pahe). Barang haram tersebut diedarkan di jalanan, setelah ada kesepakatan transaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *