Kantor Pengacara Trump Digeledah FBI

Jakarta, CNN Indonesia — Tidak ada yang menginginkan berhadapan dengan masalahbhukum, Termasuk Presiden sekalipun. Badan Intelijen Federal Amerika Serikat, FBI, menggeledah kantor dan kediaman pengacara pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Michael Cohen, Senin (9/4). Penggeledahan tersebut membuat Trump murka dan menyebutnya sebagai sebuah penghinaan.

Salah seorang sumber CNN menyatakan dalam penggeledahan di rumah Cohen, sejumlah dokumen yang disita adalah informasi terkait Stephanie Clifford. Clifford, yang lebih dikenal dengan nama Stormy Daniels, adalah aktris porno yang diduga berselingkuh dengan Trump pada 2006. Dugaan itu telah dibantah Gedung Putih.

Stephen Ryan, pengacara Cohen dalam sebuah pernyataan mengatakan Kantor Kejaksaan AS Distrik Selatan New York telah melaksanakan ‘serangkaian perintah penggeledahan’ termasuk di kantornya, dan ‘menyita komunikasi istimewa’ antara Cohen dengan klien-kliennya. Trump mengecam penggeledahan itu sebagai ‘situasi penghinaan’ dan ‘serangan terhadap negara kita’. Pejabat Gedung Putih menyatakan Trump menyaksikan berita penggeledahan itu di televisi dan dia mengetahui soal itu sebelum tersiar di media massa.

Penggeledahan terhadap Cohen juga dilakukan di Hotel Loew’s Regency, dimana dia tinggal. Sumber CNNmenyatakan diperkirakan belasan agen FBI terlibat dalam penggeledahan. Menurut Ryan, penggeledahan tersebut tidak pantas dan tidak perlu. Dia menambahkan bahwa Kejaksaan Federa telah menyatakan penggeledahan itu sebagian dari rujukan dari kantor Penasihat Khusus Robert Mueller.

“Saya diberi tahu Kejaksaan bahwa aksi New York, sebagian adalah rujukan Kantor Penasihat Khusus, Robert Mueller,” kata Ryan dalam pernyataannya. Dia menyatakan penyitaan dokumen komunikasi rahasia antara pengacara dan kliennya seharusnya tidak perlu dilakukan.

“Taktik pemerintah juga salah karena Cohen sepenuhnya bekerja sama dengan seluruh entitas pemerintah, termasuk memberikan ribuan dokumen ke Kongres dan memberikan deposisi di bawah sumpah,” kata Ryan. Sumber yang dekat dengan Gedung Putih memperingatkan bahwa keputusan Mueller dapat mendorong Trump untuk mengambil tindakan terhadap Kantor Penasihat Khusus.

Penggeledahan di rumah Cohen disambut Trump dengan murka. Dia menyatakan bahwa agen federal menerobos masuk ke kantor pengacara pribadinya itu sebagai sebuah penghinaan. Trump juga menyebut penyelidikan oleh Penasihat Khusus Robert Mueller soal dugaan keterlibatan Rusia dalam Pemilihan Presiden 2016 sebagai ‘sebuah serangan bagi negara kita.’

Saat ditanya mengapa dia tidak mengambil langkah untuk memecat Mueller, Trump sekali lagi menyatakan situasinya adalah sebuah aib.“Menurut saya, apa yang terjadi ini adalah sebuah penghinaan. Kita akan lihat apa yang akan terjadi,” kata Trump saat ditanya soal Mueller. “Banyak orang menyatakan ‘Anda seharusnya memecatnya.”

“Lagi-lagi, mereka tidak menemukan apa-apa. Dan tidak menemukan apa-apa, itu adalah sebuah pernyataan besar,” kata Trump. Sumber, yang telah lama menyatakan Presiden dapat memecat Mueller berdasarkan percakapan dengan Trump dan penasihat-penasiht dekatnya, meyakini bahwa Presiden dapat menilai bahwa penggeledahan itu sebagai melewati batas. Trump bisa saja mengganti Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein, yang mengawasi penyelidikan Mueller.

Kabar penggeledahan itu pertama kali dilaporkan The New York Times. Sumber yang dekat dengan penggeledahan menyatakan agen-agen FBI mengunjungi kantor Cohen di Squire Patton Boggs, New York, Senin (9/4) pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *