Cara Pengacara Menipu Kliennya

Metrotvnews.com, Surabaya: Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, menyatakan pengacara Hairanda terbukti melakukan tindak pidana penipuan. Namun majelis hanya menjatuhi hukuman pidana selama enam bulan penjara pada Hairanda.
“Terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar ketentuan pasal 378 KUHP. Menjatuhi hukuman kepada terdakwa penjara 6 bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Manungku Prasetyo, dalam sidang, Rabu (2/9/2015).


Hairanda terbukti melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Tapi vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa yaitu 1 tahun dan 6 bulan kurungan penjara. Lantaran itu, jaksa masih belum mengambil keputusan apakah menerima putusan hakim atau melakukan banding. 


“Masih pikir-pikir dulu. Akan kami diskusikan dengan tim jaksa,” ujar Jaksa Ahmad Jaya.

Sementara itu, Hairanda enggan memberikan komentar terkait putusan hakim. Usai sidang, terdakwa memilih menghindar dari wartawan dan pergi meninggalkan area pengadilan melalui pintu belakang. Pihak pengacara terdakwa juga belum mengambil sikap terkait vonis yang dijatuhkan hakim.

Pengacara terdakwa akan mendiskusikan putusan hakim dengan tim pengacara lainnya. “Belum ada keputusan, masih pikir-pikir. Maksimal seminggu kami akan mengambil sikap,” kata Wahyu salahseorang pengacara terdakwa.

Pada 2013, terdakwa kasus penganiayaan, Mulyanto, mendatangi Hairanda untuk meminta bantuan hukum. Mulyanto kemudian dipanggil Polrestabes Surabaya terkait kasus tersebut. Mulyanto meminta Hairanda mendampinginya.

Ternyata Hairanda tak mendampingi Mulyanto. Rekan Hairanda, Agus Hariyanto yang menggantikan Hairanda.

Belakangan, Hairanda mengatakan perkara yang melibatkan Mulyanto dapat dihentikan alias SP3. Sebab buktinya tak cukup kuat. Syaratnya, Mulyanto harus menyediakan uang Rp100 juta untuk diserahkan ke pejabat Polresta Surabaya.

Mulyanto setuju. Ia lalu mentransfer uang sebesar Rp165 juta ke Hairanda. Namun perkara yang menjeratnya tak kunjung dihentikan. Lantaran itu, Mulyanto melaporkan Hairanda ke polisi terkait tindak pidana penipuan
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *